Empat Macam Tipologi Manusia Mengisi Bulan Suci Ramadhan.



Ketika masuk bulan Ramadhan, Rasulullah saw. bersabda “Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah menjumpai kalian, yang didalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Terhalang dari padanya berarti terhalang kebaikan seluruhnya, dan tidak akan terhalang dari kebaikannya kecuali orang yang dihalangi (karena tidak serius menyambutnya).” HR Ibnu Majah

  1. Orang yang memandang Ramadhan hanya sebagai penghalang yang tidak ada manfaatnya. Ramadhan dipandang sebagai tradisi keagamaan yang memberatkan dan tidak memiliki dampak positif apa-apa. Orang semacam ini sengaja tidak berpuasa bahkan secara terang-terangan.
  2. Orang yang memandang Ramadhan sebagai bulan lapar yang tidak mampu ditahan oleh perutnya, dan bulan haus yang tidak mampu ditahan oleh kerongkongannya. Oleh sebab itu dia juga berkeinginan untuk tidak berpuasa tetapi dia malu, maka disembunyikan dihadapan orang lain. Ketika berada ditengah-tengah orang yang berpuasa ia berpura-pura seperti orang yang berpuasa. Namun ia makan dan minum ketika orang lain tidak melihatnya atau ketika berada ditengah-tengah orang yang se-fiqroh (golongan) dengan dirinya.
  3. Orang yang memandang bulan Ramadhan sebagai musim pesta tahunan yang ditandai dengan hidangan yang melimpah. Ramadhan dianggap sebagai waktu yang baik untuk mengobrol sambil menunggu waktu berbuka tiba. Akibatnya banyak orang bermalas-malasan.
  4. Orang yang memandang Ramadhan sebagai sarana paling efektif untuk melatih jiwa serta memperbaiki moralitas dirinya, akhlak yang yang baik, rela berkorban, melatih kesabaran daan bentuk-bentuk pendidikan lain yang bernuansa Ilahiyah. Bagi kelompok ini Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk berbenah diri dan hiburan spiritual bagi kepenatan hidup setelah menempuh perjalanan panjang di dunia materi. Ramadhan laksana terminal untuk istirahat sejenak demi menempa kekuatan jiwa dan kepribadiannya. Dalam istirahatnya yang sejenak itulah, ia akan memperbaiki apa-apa yang sudah rusak dan usang, serta mengobati segala sesuatu yang sakit. Orang beriman sangat mengerti manfaat Ramadhan untuk meraih kesuksesan dimasa yang akan datang, yaitu sebuah kemenangan yang hakiki.

Taqwa Dalam Sebuah Kotak



Suatu hari Ali Bin Abi Thalib ra bejalan ke hutan. Ia ditemani Kumail, seorang dari sahabatnya. Sampai didaerah pekuburan, ayah Hasan dan Husein itu menepi dan berkata.
“Wahai ahli kubur! Wahai kau yang menghuni tempat yang sunyi ini! Bagaimanakah keadaanmu dialam sana? Setahu kami semua harta dan kekayaanmu sudah habis dibagi-bagikan. Anak-anakmu sudah menjadi yatim dan janda-janda yang kau tinggalkan sudah menikah kembali, sekarang ceritakanlah sedikit perihal darimu.”
Tak ada jawaban bagi pertanyaan suami Fatimah Az Zahra itu. Pekuburan itu tetap lengang, hening, hanya terdengar suara angin. Para penghuni kubur yang telah menghuni disana dalam waktu yang lama tak ada yang bangkit dan menjawab pertanyaan tersebut. Dan Ali, yang wajahnya dimuliakan Allah itu, lalu berpaling ke arah Kumail dan kembali berkata dengan dada sesak dipenuhi haru yang membayang dIpelupuk matanya.
Wahai Kumail, seandainya mereka dapat berbicara, sudah tentu mereka akan mengatakan bahwa sebaik-baik bekal adalah taqwa.”
Kalimat itu diucapkan dengan bergetar oleh Ali, karena setelah itu ia menagis. Kumail hanya terdiam sampai Ali kemudian berkata kembali.
“Wahai Kumail, kubur adalah kotak tempat menyimpan amal. Dan hal ini akan diketahui setelah kematian menjemput kita.”
Demikianlah. Setiap amal manusia akan tersimpan didinding kuburnya sebaaimana tersimpannya sebuah benda dalam kotak. Benda itu tersimpan erat dan tak bisa lagi diganti. Jika yang tersimpan adalah kbaikan, ia akan tetap menjadi kebaikan. Amal tu akan diperlihatkan kepada ahli kubur dalam sesosok laki-laki tampan yang menghibur dan menyenangkan hati dalam melewati detik-detik menjelang hari akhir.
Namun jika amal yang tersimpan adalah keburukan ia akan tetap tersimpan sebagai keburukan. Amal itu lantas akan hadir dikotak kubur sebagai sesuatu yang berwajah buruk dan berbau busuk menjadi teman kesengsaraan dalam melewati hari-hari penuh derita sampai hari perhitungan sesungguhnya tiba.
Maka benarlah sebuah kiasan yang lazim kita dengar bahwa setip perbuatan manusia adalah tabungan untuk kehidupan kelak. Tabungan itu disimpan sedikit demi sedikit dalam sebuah kotak tanah liat. Dan hanya taqwa sebaik-baik tabungan dalam kotak itu, menjadi cahaya dan sesuatu yang paling berharga saat dunia dan kemewahannya tidak ada lagi ..

3 Tanda-Tanda Kebaikan dan Keburukan


Tanda-tanda orang mukmin ada 3:
1.     Tidak suka kepada hata dunia
2.    Tidak suka mengumbar hawa nafsu syahwat
3.    Tidak suka menggunjing aib orang lain

Tanda-tanda orang ‘alim ada 3:
1.     Jujur dalam berbicara
2.    Menjauhi yang haram
3.    Tawadhu’ (rendah hati)

Tanda-tanda orang bertaqwa itu ada 3:
1.     Takut berdusta dan berbuat keji
2.    Menjauhi kejahatan
3.    Memohon yang halal karena takut jatuh dalam keharaman

Tanda-tanda orang benar itu ada 3:
1.     Merahasiakan ibadah
2.    Merahasiakan sedekah
3.    Marehasiakan cobaan yang menimpa dirinya

Tanda-tanda orang ahli ibadah ada 3:
1.     Selalu membatasi diri
2.    Selalu menghisab (menghitung-hitung dirinya)
3.    Selalu memperbanyak ibadah

Tanda-tanda orang saleh itu ada 3:
1.     Selalu memperbaiki hubungan dengan Allah
2.    Selalu memperbaiki agamanya dengan amal saleh
3.    Selalu ridha terhadap manusia atas ada yang diridhai dirinya

Tanda-tanda orang bahagia itu ada 3:
1.     Makanannya halal
2.    Duduk bersama para ulama
3.    Shalat 5 waktu berjamaah

Tanda-tanda orang dermawan itu ada 3:
1.     Memberi maaf ketika berkuasa (membalas)
2.    Mengeluarkan zakat dengan benar
3.    Senang mengeluarkan sedekah

Tanda-tanda orang tasamuh (toleran) ada 3:
1.     Menyambung silaturrahmi pada orang yang memutuskannya
2.    Memberi kepada orang-orang yang menghalanginya
3.    Memaafkan orang yang menganiayanya

Tanda-tanda orang sabar itu ada 3:
1.     Sabar dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah
2.    Sabar atas cobaan (musibah) yang di deritanya
3.    Sabar atas qadha Allah SWT

Tanda-tanda orang tobat itu ada 3:
1.     Menjauhi segala yang haram
2.    Senang menuntut ilmu untuk ibadahnya kepada Allah
3.    Tidak kembali kepada dosa, sebagaimana tidak kembalinya air susu yang sudah diperas kedalamnya
 


Tanda-tanda orang kafir itu ada 3:

1.     Ragu terhadap adanya Allah

2.    Benci terhadap hamba-hamba Allah

3.    Lalai dari berbuat taat kepada Allah



Tanda-tanda orang munafik itu ada 3:

1.     Jika berbicara selalu berdusta

2.    Jika berjanji selalu ingkar

3.    Jika bersumpah selalu khianat



Tanda-tanda orang celaka itu ada 3:

1.     Makanannya dari sesuatu yang haram

2.    Menjauh dari orang-orang alim

3.    Salatnya senantiasa sendirian



Tanda-tanda orang berdosa itu ada 3:

1.     Suka membuat kerusakan

2.    Suka membahayakan hamba Allah

3.    Menjauhi segala petunjuk



Tanda-tanda orang hina itu ada 3:

1.     Suka berdusta

2.    Banyak bersumpah keji

3.    Banyak menghajatkan kepada para manusia



Tanda-tanda orang bodoh itu ada 3:

1.     Mempermudah kewajiban kepada Allah

2.    Banyak bicara dalam mengingat Allah

3.    Main-main terhadap Allah SWT



Tanda-tanda orang riya itu ada 3:

1.     Rajin bila di hadapan orang

2.    Malas bila sendirian

3.    Mengharap pujian dalam segala perkara



Tanda-tanda orang zalim itu ada 3:

1.     Semena-mena terhadap bawahannya (selalu ingin benar walaupun salah)

2.    Mencelakakan orang di atasnya dengan kedurhakaan

3.    Menampakkan kezaliman dengan terang-terangan



Tanda-tanda orang malas itu ada 3:

1.     Selalu menunda-nunda waktu sampai sia-sia

2.    Menyia-nyiakan kesempatan sampai gagal

3.    Melalaikannya sampai berdosa